“THE PERSPECTIVES OF FUNCTIONAL FOOD IN HANDLING THE DEGENERATIVE DISEASE”
Seminar berasal dari kata latin semin yang berarti benih atau dari kata seminarium, yang artinya tanah tempat menanam benih. Jadi, seminar memiliki arti tempat benih-benih kebijaksanaan. Kebijaksanaan yang dimaksud tentu didasari oleh pengajaran akademis, Tujuan dari seminar adalah membahas permasalahan untuk menemukan solusi, sehingga seminar harus diakhiri dengan simpulan atau keputusan-keputusan hasil pendapat bersama yang diikuti dengan resolusi atau rekomendasi.
Pada kegiatan Seminar Internasional Jurusan Gizi kali ini membawa tema The Perspectives of Functional Food in Handling the Degenerative Disease. Dunia kesehatan Indonesia masih dibayangi penyakit degeneratif yang terbilang tinggi. Banyak masyarakat yang mengidap penyakit degeneratif atau Penyakit Tidak Menular (PTM) ini masih belum menerapkan hidup sehat. Oleh sebab itu dengan dilaksanakan kegiatan Seminar Internasional ini diharapkan tidak hanya masyarakat Indonesia yang bisa menerapkan prinsip hidup sehat, tapi seluruh dunia dapat menerapkan dan menyebarkan informasi yang telah didapatkan dari pemateri-pemateri hebat pengisi acara Seminar Internasional Jurusan Gizi.
Penyakit degeneratif merupakan penyakit kronik menahun yang banyak mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Penyakit-penyakit degeneratif tersebut antara lain penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) termasuk hipertensi, diabetes mellitus dan kanker). Penyakit degeneratif termasuk penyakit yang tidak menular (PTM) yang banyak terjadi dimasyarakat. Salah satu penyakit degeneratif yang paling banyak dijumpai adalah penyakit Diabetes Mellitus (DM).
Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan menunjukkan prevalensi PTM mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Prevalensi kanker naik dari 1,4% (Riskesdas 2013) menjadi 1,8%; prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9%; dan penyakit ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. Kenaikan prevalensi PTM ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.
Pangan fungsional adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Pangan fungsional harus memenuhi persyaratan sensori, nutrisi dan fisiologis. Telah dipercayai bahwa pangan fungsional dapat mencegah atau menurunkan penyakit degeneratif.
Seminar ini mengundang beberapa narasumber yang berbeda dari berbagai Negara yaitu, Prof. Barakatun Nisak Binti Mohd Yusof, Departemen Nutrisi dan Dietetika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universiti Putra Malaysia. Beliau membahas topik mengenai “Isu Terkini Tentang Terapi Nutrisi Klinis pada Sindrom Metabolik”. Prof. Yang-Chia Shih, Departemen Ilmu Laboratorium Medis dan Bioteknologi, Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Asia, Taiwan. Membahas topic mengenai “Penelitian dan Pengembangan Terbaru Makanan Fungsional di Taiwan”. Tonny C.Maigoda, SKM.,MA Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Membahas topik mengenai “Potensi Daun Sungkai Terhadap Peradangan dan Gangguan Paru-Paru pada Tikus yang Diinduksi Lipopolisakarida LPS”. Tetes Wahyu, SST., M. Biomed, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, membahas topik mengenai “Probiotik dan Pentingnya dalam Pengelolaan Penyakit”.
Seminar Internasional ini dilaksanakan pada Kamis, 6 Oktober 2022, pukul 07.00 – 13.00 WIB (Selama 6 jam). Peserta kegiatan webinar berjumlah 841 orang dan streaming youtube berjumlah 384 orang. Peserta webinar ini diikuti tidak hanya dari Indonesia, diantaranya berasal dari luar negeri, Taiwan, Malaysia, Thailand, dan peserta nasional dari Indonesia yaitu dari Bengkulu, Palembang, Riau, Jambi, Lampung, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surakata, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa barat, Makassar, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan.
Rangkain acara dari pukul 07.00 – 08.30 WIB peserta melakukan registrasi sekaligus penayangan Profil Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Profil Jurusan Gizi. Peserta yang mengikuti registrasi berjumlah 1225 Orang, pembacaan tata tertib dan rundown acara kegiatan oleh MC Darmawati Santosa mahasiswa Prodi STR Gizi. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta pembukaan seminar Internasional dengan tema Peranan Pangan Fungsional untuk Menanggulangi Penyakit Degenerative oleh Dirjenakes Drg. Arianti Anaya, MKM. Kata Sambutan Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu Eliana, SKM., MPH, dilanjutkan dengan foto bersama.
Memasuki Acara ini yang dipandu oleh moderator sesi 1 Arie Krisnasari, S.Gz.,M.Biomed pukul 08.00-09.00 WIB penyampain profil narasumber pertama dan dilanjutkan penyampain materi oleh Prof. Barakatun Nisak Binti Mohd Yusof Department of Nutrition and Dietetics Faculty of Medicine and Health Sciences, University Putra Malaysia dengan topik Current Issue on Clinical Nutrition Therapy in Metabolic Syndromes. Pada pukul 09.00-10.00 WIB penyampaian profil narasumber kedua bapak Dr. Tonny C.Maigoda, SKM.,MA (Department of Nutrition, Poltekkes Kemenkes Bengkulu) dengan topik The potency of Daun Sungkai Towards Inflammation and Lung Disorders in Rats Induced by LPS lipopolysaccharide. Pukul 10.00-10.30 dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab sesi 1.
Pada sesi ke-2 acara yang dipandu oleh moderator Risda Yulianti, S.Gz., M.Sc pukul 10.30-11.30 WIB penyampain profil narasumber ke-3 dan dilanjutkan penyampain materi oleh Prof. Yang-Chia Shih, Department of Medical Laboratory Science and Biotechnology, College of Medical and Health Sciences, Asia University, Taiwan dengan topik Recent Research and Development of Functional Food in Taiwan. Selanjutnya pada pukul 12.30 penyampain profil narasumber pke-4 dan dilanjutkan penyampain materi oleh bapak Tetes Wahyu, SST., M.Biomed (Department of Nutrition, Poltekkes Kemenkes Bengkulu) dengan topik Probiotics and Their Importances in The Management of Diseases. Pukul 12.30-13.00 dilanjutkan den sesi Tanya jawab sesi 2.
Selanjutnya penyerahan sertifikat simbolis oleh Wakil Direktur 1 Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Pukul 13.00 WIB penutup kegiatan seminar internasional dengan tema peranan pangan funsional untuk menanggulangi penyakit degenerative. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta dan dapat mengurangi tingkat penyakit degenerative baik di Indonesia maupun Luar Negeri.
No responses yet