Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Bengkulu terus bergerak melakukan inovasi dan pemberdayaan masyarakat, salah satunya di desa Panca Mukti., kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Melibatkan konsep ekonomi sirkular, khususnya dalam pengolahan minyak jelantah, Poltekkes Kemenkes Bengkulu membuka peluang baru bagi masyarakat setempat. Program ini tidak hanya bertujuan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan, tetapi juga memberikan pendidikan esensial terkait pencegahan penyakit tidak menular (PTM).

Program pemberdayaan masyarakat ini terwujud melalui pembentukan Bank Minyak Jelantah di Desa Panca Mukti. Melalui bank ini, masyarakat dapat menukarkan minyak jelantah yang dihasilkan dengan uang, yang nilainya dinilai berdasarkan berat per kilogram. Minyak jelantah tersebut selanjutnya diangkut ke perusahaan pengolah minyak jelantah di Palembang, di mana diubah menjadi biodiesel sebagai bahan bakar. Dengan langkah-langkah ini, program ini tidak hanya menciptakan ekonomi lokal, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan dari limbah minyak jelantah.

Selain aspek ekonomi sirkularnya, program ini memberikan penekanan pada edukasi masyarakat mengenai pencegahan PTM. Tim ahli gizi dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu memberikan informasi penting terkait pemilihan minyak goreng yang sehat. Masyarakat diarahkan untuk memahami risiko penggunaan minyak goreng yang sudah teroksidasi dan diberikan panduan untuk memilih minyak goreng berkualitas. Pemahaman ini dianggap penting karena pemakaian minyak goreng yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker dan penyakit degeneratif.

Dwi Agus Wiratmo, Lurah Panca Mukti, mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap program ini. Ia menyampaikan harapannya bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Bengkulu dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya untuk mengadopsi praktik sehat dan berkelanjutan. Selain memberdayakan secara ekonomi, program ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dapat bersinergi untuk menciptakan perubahan positif. Risda Yulianti, M.Sc dosen dari jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu, yang memimpin kegiatan ini, menyatakan bahwa program tersebut juga merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Poltekkes Kemenkes Bengkulu melalui skema pengembangan desa mitra. Desa Panca Mukti, yang telah menjadi desa mitra selama tiga tahun, mencerminkan komitmen Poltekkes Kemenkes Bengkulu dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkelanjutan.

Kesuksesan program ini diharapkan menjadi dorongan bagi institusi pendidikan lainnya untuk turut serta aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan mendukung upaya pencegahan penyakit melalui edukasi yang efektif. Dengan adanya pendekatan ini, diharapkan masyarakat Desa Panca Mukti dapat terus tumbuh sebagai komunitas yang lebih sehat dan sadar akan keberlanjutan lingkungan.

()

About The Author

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *